
Contoh Soal UKK IPA Kelas 7
Materi IPA Kelas 7 semester 2 mencakup berbagai topik penting yang akan menjadi dasar pemahaman siswa untuk jenjang selanjutnya. Ujian Kenaikan Kelas (UKK) merupakan momen penting untuk mengukur sejauh mana siswa telah menyerap materi tersebut. Artikel ini akan menyajikan contoh-contoh soal UKK IPA Kelas 7 semester 2 beserta pembahasannya, disusun secara runtut dan mudah dipahami.
Outline Artikel:
-
Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup
- Pengertian Klasifikasi dan Tujuannya
- Tingkatan Klasifikasi (Kingdom, Filum, Kelas, Ordo, Famili, Genus, Spesies)
- Sistem Klasifikasi Binomial Nomenklatur
- Contoh Soal dan Pembahasan
-
Keanekaragaman Hayati Indonesia
- Pengertian Keanekaragaman Hayati
- Tingkat Keanekaragaman Hayati (Gen, Spesies, Ekosistem)
- Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati
- Contoh Soal dan Pembahasan
-
Perubahan Bentuk Zat dan Energi
- Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia
- Konsep Energi dan Bentuk-bentuk Energi (Panas, Cahaya, Bunyi, Listrik, Mekanik, Kimia)
- Hukum Kekekalan Energi
- Contoh Soal dan Pembahasan
-
Suhu dan Perubahannya
- Pengertian Suhu dan Alat Ukurnya (Termometer)
- Skala Suhu (Celcius, Reamur, Fahrenheit, Kelvin)
- Perpindahan Panas (Konduksi, Konveksi, Radiasi)
- Contoh Soal dan Pembahasan
-
Tekanan
- Pengertian Tekanan
- Tekanan pada Zat Padat, Cair, dan Gas
- Hukum Pascal dan Hukum Archimedes
- Contoh Soal dan Pembahasan
1. Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup
Klasifikasi makhluk hidup adalah cara mengelompokkan organisme berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki. Tujuannya adalah untuk mempermudah mempelajari keanekaragaman hayati, mengenali organisme, dan memahami hubungan kekerabatan antar organisme.
Tingkatan Klasifikasi:
Tingkatan klasifikasi dari yang paling umum ke paling spesifik adalah:
- Kingdom (Kerajaan): Tingkatan tertinggi, misalnya Animalia (hewan) dan Plantae (tumbuhan).
- Filum (Divisi untuk tumbuhan): Kelompok besar dalam kingdom.
- Kelas: Kelompok yang lebih kecil dari filum.
- Ordo: Kelompok yang lebih kecil dari kelas.
- Famili (Suku): Kelompok yang lebih kecil dari ordo.
- Genus (Marga): Kelompok yang lebih kecil dari famili.
- Spesies (Jenis): Tingkatan paling spesifik, unit terkecil dalam klasifikasi.
Sistem Klasifikasi Binomial Nomenklatur:
Diberikan oleh Carolus Linnaeus, sistem ini menamai setiap spesies dengan dua kata: nama genus (diawali huruf kapital) dan nama spesies (diawali huruf kecil), ditulis miring atau digarisbawahi. Contoh: Homo sapiens (manusia), Felis catus (kucing domestik).
Contoh Soal dan Pembahasan:
Soal 1: Urutkan tingkatan taksonomi dari yang paling tinggi ke paling rendah!
Pembahasan: Tingkatan taksonomi dari yang paling tinggi ke paling rendah adalah Kingdom, Filum (Divisi), Kelas, Ordo, Famili, Genus, Spesies.
Soal 2: Mengapa sistem Binomial Nomenklatur penting dalam klasifikasi makhluk hidup?
Pembahasan: Sistem Binomial Nomenklatur penting karena memberikan nama ilmiah yang unik untuk setiap spesies di seluruh dunia, sehingga memudahkan komunikasi antar ilmuwan dan menghindari kebingungan akibat perbedaan nama lokal.
Soal 3: Berikan contoh nama ilmiah untuk tumbuhan padi dan sebutkan genus serta spesiesnya!
Pembahasan: Nama ilmiah tumbuhan padi adalah Oryza sativa. Genus-nya adalah Oryza dan spesiesnya adalah sativa.
2. Keanekaragaman Hayati Indonesia
Keanekaragaman hayati adalah keberagaman makhluk hidup di suatu wilayah, baik dari segi jumlah jenis, variasi genetik, maupun keanekaragaman ekosistem. Indonesia merupakan salah satu negara megabiodiversitas dunia karena memiliki kekayaan hayati yang sangat tinggi.
Tingkat Keanekaragaman Hayati:
- Tingkat Gen: Perbedaan sifat dalam satu spesies. Contoh: berbagai jenis mangga (mangga harum manis, mangga golek).
- Tingkat Spesies: Berbagai macam jenis makhluk hidup yang berbeda. Contoh: harimau, gajah, orangutan.
- Tingkat Ekosistem: Berbagai jenis komunitas hayati yang hidup bersama dengan lingkungan abiotiknya. Contoh: hutan hujan tropis, padang rumput, laut.
Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati:
- In-situ: Pelestarian di habitat asli (cagar alam, taman nasional).
- Ex-situ: Pelestarian di luar habitat asli (kebun binatang, kebun raya, bank gen).
- Melakukan reboisasi, mencegah perburuan liar, mengendalikan populasi hama secara biologis.
Contoh Soal dan Pembahasan:
Soal 4: Sebutkan tiga tingkat keanekaragaman hayati beserta contohnya masing-masing!
Pembahasan:
- Tingkat Gen: Perbedaan varietas pada bunga mawar (mawar merah, mawar putih).
- Tingkat Spesies: Keberagaman jenis burung di hutan Kalimantan (burung enggang, jalak bali, cendrawasih).
- Tingkat Ekosistem: Keberagaman ekosistem di Indonesia seperti terumbu karang, hutan mangrove, dan sabana.
Soal 5: Jelaskan perbedaan antara pelestarian in-situ dan ex-situ!
Pembahasan: Pelestarian in-situ dilakukan dengan menjaga kelangsungan hidup makhluk hidup di habitat aslinya, contohnya suaka margasatwa. Pelestarian ex-situ dilakukan di luar habitat asli, seperti kebun binatang atau taman safari.
Soal 6: Mengapa Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi?
Pembahasan: Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi karena letaknya di garis khatulistiwa, memiliki wilayah kepulauan yang luas, dan kondisi geografis serta iklim yang beragam, sehingga menciptakan banyak habitat bagi berbagai jenis organisme.
3. Perubahan Bentuk Zat dan Energi
Zat dapat mengalami perubahan, baik secara fisika maupun kimia. Energi juga merupakan aspek penting dalam kehidupan yang dapat berubah bentuk.
Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia:
- Perubahan Fisika: Perubahan yang tidak menghasilkan zat baru. Sifat zat tetap sama, hanya bentuk atau wujudnya yang berubah. Contoh: mencairnya es, mendidihnya air, pembentukan uap, melarutnya gula dalam air.
- Perubahan Kimia: Perubahan yang menghasilkan zat baru dengan sifat yang berbeda dari zat semula. Contoh: pembakaran kayu, perkaratan besi, pembusukan makanan, fermentasi.
Konsep Energi dan Bentuk-bentuk Energi:
Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja. Bentuk-bentuk energi meliputi:
- Energi Panas (Kalor): Energi yang berkaitan dengan suhu.
- Energi Cahaya: Energi yang dapat dilihat oleh mata.
- Energi Bunyi: Energi yang dihasilkan oleh getaran.
- Energi Listrik: Energi yang dimiliki oleh muatan listrik yang bergerak.
- Energi Mekanik: Energi yang dimiliki oleh benda karena posisi atau gerakannya (energi potensial dan energi kinetik).
- Energi Kimia: Energi yang tersimpan dalam ikatan kimia suatu zat.
Hukum Kekekalan Energi:
Menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi hanya dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain.
Contoh Soal dan Pembahasan:
Soal 7: Perhatikan peristiwa-peristiwa berikut: (1) Kayu dibakar, (2) Kertas disobek, (3) Besi berkarat, (4) Air menguap. Peristiwa yang merupakan perubahan kimia ditunjukkan oleh nomor…
Pembahasan: Perubahan kimia adalah pembakaran kayu (menghasilkan abu dan gas) dan besi berkarat (menghasilkan zat baru yang rapuh). Kertas disobek dan air menguap adalah perubahan fisika. Jadi, nomor yang benar adalah (1) dan (3).
Soal 8: Jelaskan perbedaan antara energi potensial dan energi kinetik! Berikan contohnya!
Pembahasan: Energi potensial adalah energi yang dimiliki benda karena kedudukan atau ketinggiannya. Contoh: bola yang berada di puncak bukit. Energi kinetik adalah energi yang dimiliki benda karena gerakannya. Contoh: bola yang sedang menggelinding menuruni bukit.
Soal 9: Sebutkan minimal tiga bentuk energi yang ada di rumah tangga!
Pembahasan: Energi listrik (digunakan untuk menyalakan lampu, televisi), energi panas (dari kompor gas), energi cahaya (dari lampu).
4. Suhu dan Perubahannya
Suhu adalah ukuran derajat panas atau dinginnya suatu benda. Perubahan suhu dapat menyebabkan perubahan wujud zat dan pemuaian.
Pengertian Suhu dan Alat Ukurnya:
Suhu diukur menggunakan termometer. Termometer bekerja berdasarkan prinsip pemuaian zat, biasanya zat cair seperti alkohol atau air raksa.
Skala Suhu:
- Celcius (°C): Titik beku air 0°C, titik didih air 100°C.
- Reamur (°R): Titik beku air 0°R, titik didih air 80°R.
- Fahrenheit (°F): Titik beku air 32°F, titik didih air 212°F.
- Kelvin (K): Titik beku air 273 K, titik didih air 373 K.
Rumus Konversi Skala Suhu:
- °C ke °R: °R = (4/5) * °C
- °C ke °F: °F = (9/5) * °C + 32
- °C ke K: K = °C + 273
Perpindahan Panas:
Panas dapat berpindah melalui tiga cara:
- Konduksi: Perpindahan panas melalui zat padat tanpa disertai perpindahan partikel zat tersebut. Contoh: panas dari kompor ke panci.
- Konveksi: Perpindahan panas melalui zat cair atau gas dengan disertai perpindahan partikel zat tersebut. Contoh: air yang dipanaskan di panci akan bergerak sirkuler.
- Radiasi: Perpindahan panas tanpa melalui perantara. Contoh: panas matahari sampai ke bumi.
Contoh Soal dan Pembahasan:
Soal 10: Suhu tubuh seorang siswa adalah 37°C. Berapakah suhu tersebut dalam skala Fahrenheit?
Pembahasan:
°F = (9/5) °C + 32
°F = (9/5) 37 + 32
°F = 9 * 7.4 + 32
°F = 66.6 + 32
°F = 98.6 °F
Soal 11: Jelaskan mengapa sendok logam terasa lebih dingin daripada sendok kayu saat dicelupkan ke dalam air panas yang sama!
Pembahasan: Logam adalah konduktor panas yang baik, artinya ia dapat menghantarkan panas dengan cepat. Kayu adalah isolator panas, sehingga perpindahan panasnya lambat. Oleh karena itu, sendok logam lebih cepat menghantarkan panas dari air ke tangan kita, sehingga terasa lebih dingin.
Soal 12: Sebutkan tiga cara perpindahan panas dan berikan contohnya masing-masing!
Pembahasan:
- Konduksi: Panas dari setrika ke pakaian.
- Konveksi: Angin darat dan angin laut.
- Radiasi: Panas dari api unggun.
5. Tekanan
Tekanan adalah gaya yang bekerja pada suatu bidang per satuan luas. Semakin besar gaya atau semakin kecil luas bidang tekan, maka tekanan akan semakin besar.
Pengertian Tekanan:
Tekanan (P) dihitung dengan rumus: P = Gaya (F) / Luas Bidang Tekan (A). Satuan tekanan adalah Pascal (Pa) atau N/m².
Tekanan pada Zat Padat, Cair, dan Gas:
- Tekanan Zat Padat: Bergantung pada gaya dan luas bidang tekan.
- Tekanan Zat Cair: Bergantung pada kedalaman, massa jenis zat cair, dan percepatan gravitasi. Dihitung dengan rumus P = ρgh (ρ: massa jenis, g: gravitasi, h: kedalaman).
- Tekanan Gas: Dihasilkan oleh gerakan partikel-partikel gas yang bertumbukan dengan dinding wadah. Tekanan gas dipengaruhi oleh suhu dan volume.
Hukum Pascal:
Menyatakan bahwa tekanan yang diberikan pada zat cair dalam ruang tertutup akan diteruskan ke segala arah dengan besarnya yang sama. Prinsip ini digunakan pada dongkrak hidrolik.
Hukum Archimedes:
Menyatakan bahwa sebuah benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam zat cair akan mengalami gaya apung yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkan oleh benda tersebut.
Contoh Soal dan Pembahasan:
Soal 13: Sebuah balok bermassa 2 kg diletakkan di atas meja dengan salah satu sisinya yang berukuran 10 cm x 20 cm. Jika percepatan gravitasi 10 m/s², berapakah tekanan yang diberikan balok pada meja?
Pembahasan:
Gaya (Berat) = massa x gravitasi = 2 kg x 10 m/s² = 20 N
Luas bidang tekan = 10 cm x 20 cm = 200 cm² = 0.02 m²
Tekanan = Gaya / Luas = 20 N / 0.02 m² = 1000 Pa
Soal 14: Jelaskan prinsip kerja dongkrak hidrolik berdasarkan Hukum Pascal!
Pembahasan: Dongkrak hidrolik terdiri dari dua tabung dengan luas penampang berbeda yang dihubungkan dan diisi zat cair. Dengan memberikan gaya kecil pada penampang kecil, tekanan yang dihasilkan akan diteruskan ke penampang besar. Karena luas penampang besar lebih besar, maka gaya yang dihasilkan pada penampang besar akan lebih besar, sehingga mampu mengangkat beban berat.
Soal 15: Mengapa kapal yang terbuat dari baja bisa mengapung di laut, padahal massa jenis baja lebih besar dari massa jenis air?
Pembahasan: Kapal terbuat dari baja tetapi memiliki rongga-rongga berisi udara di dalamnya. Rongga udara ini membuat volume total kapal menjadi sangat besar, sehingga massa jenis rata-rata kapal (termasuk udara di dalamnya) menjadi lebih kecil dari massa jenis air. Menurut Hukum Archimedes, gaya apung yang dialami kapal lebih besar daripada berat kapal, sehingga kapal dapat mengapung.